Pernah aku membenci 'sendiri'.
Sangat tak suka bahkan menyesalinya...
Aku merasa tak ada yang bisa kulakukan saat sendiri, sebab aku tak bersama mereka yang biasanya mengisi ruang-ruang kebahagiaanku.
Aku benci 'sendiri', sebab di sana lah kesedihan cepat sekali menyandra.
Menggulung habis sisa-sisa kebahgiaan pada guratan kisah hari kemarin.
Kesendirian pula yang mengaburkan pandangan impian bersama mereka.
Dan banyak hal yang membuatku benci menyendiri.
Tapi...
Perlahan aku belajar memahami arti 'sendiri'
Tak selamanya sendiri itu menyedihkan dan menyakitkan.
Bayangkan saja...
Saat ruang hati terasa sesak menyelama lautan hidup ini. Saat hati terasa sempit menjadi tempat berlabuhnya semua perasaan hidup. Saat hati terasa gaduh dipenuhi ricuhnya berontak diri akan masalah yang bertubi.
Dalam keadaan itu, bukankah kita juga perlu waktu untuk sendiri? Iya, sendiri. Sendiri untuk mencari hamparan tempat yang lapang dan luas, agar mata berkenan menyampaikan pada hati
"Wahai hati. Sungguh, hari ini di sini begitu lapang dan luas serta indah. Aku amat bahagia. Wahai hati, rasakanlah kelapangan ini. Agar semua rasa yang hadir dalam dada tak membuatmu sesak dan hancur. Wahai hati, tenanglah dan berbahagialah dalam kesendirian yang nikmat ini. Sang Maha Cinta membiarkanku sendiri untuk lebih dekat denganNya, menaruh keluh kesah padaNYa, meminta kelapangan padaNya, dan mensholehkan diri untukNya. Maka, berbahagia dan bersyukurlah wahai hati, apa pun keadaannya."
Iyaaa... Kesendirian yang mampu mengajarkan kita untuk lebih berlapang dada dan berpikir atas nikmatNya-lah yang sejatinya menjadi kesendirian terbaik.
So, pilihlah jalan positif saat kita tengah 'sendiri'.
Berdekatan dengan-Nya, berkarya, bermimpi dan melapangkan hati untuk kembali menjalani kenyataan hidup ini :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar