Selasa, 27 Januari 2015

Pemuda Adalah Harapan

Negeriku...
Aku seringkali bermimpi dan berimajinasi
bahwa kau adalah istana yang megah.
Tak hanya megah,
kau pun membuat rakyat begitu cinta untuk singgah.
Namun,
sampai saat ini imajinasiku melambung jauh...
Entah kapan akan terwujud?

Pemuda...
Ya, aku adalah pemuda di negeri ini.
Berkelana di atas gemetar dan rintihnya negeriku.
Berjalan saja rasanya sakit
Bagaimana bisa aku berlari cepat
dengan melupakan mereka yang juga senasib?
Tidak...
Aku tidak mau berlari sendiri.
Aku tak ingin kelak menjadi sebatang kara
yang tinggal menunggu waktu.

Aku ingin rakyat negeri ini bak tetumbuhan
dalam kebun keindahan dunia.
Tumbuh dan mekar, menebar wangi berjuta manfaat.
Maka, pemuda harus hadir terdepan
sebagai cahaya harapan.
Cahaya harapan yang menyudahi
perihnya negeri tercinta.

Pemuda harus memahami
Pemuda harus menekadkan diri
Pemuda harus menyatukan tangan dan kaki.
Negeri terus bernyanyi
begitu sendu bak lantunan kepedihan.
Pemuda...
Bersiaplah....
Gunakan setiap tetes keringat
Gunakan setiap ayat ilmu
Gunakan setiap akal lincah
untuk membangunkan negeri ini
dari tidur yang terlalu lama.
Aku takut, mimpi buruk
akan terus nyata....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar